Laman

Kamis, 21 Januari 2016

Sabtu, 11 Juli 2015

Stasiun Kereta Api Labuhan

Tahun 1869, Deli Maatchhappij pindah ke Medan. Posisi gedungnya menghadap sungai karena sungai jadi salah satu jalur transportasi mengangkut hasil kebun ke Labuhan Deli untuk kemudian dikirim ke luar negeri.

Tahun 1872 J.T Cremer sebagai komisaris Deli Maatchhappij mengusulkan membangun rel kereta api kepada pemerintah Belanda. Tujuannya supaya tranportasi cepat dan tidak terganggu lumpur ketika musim hujan.

Ia mendapat ijin dari pemerintah Belanda. Ia juga minta ijin kepada sultan Maimoon Al Rasyid dan memberi imbalan kepada sultan berupa tembakau. 23 Januari 1883 pembangunan rel kereta api dimulai. Deli Spoorwerg Maatchhappij, perusahaan kereta api swasta milik Belanda menangani pembangunan.

Adapun Jalur kereta api pertama yang dibangun adalah Jalur Medan-Labuhan sepanjang 17 kilometer. Pembangunan ini memakan waktu dua tahun. Tahun 1885, satu jalur ini resmi digunakan. Dalam buku Medan beeld Van en Stad karangan M.A Loderich E.A, digambarkan bahawa Hotel de vink milik Belanda dijadikan stasiun pertama. Letaknya tepat dipusat kota Medan di depan lapangan Merdeka atau sekarang kita kenal dengan Stasiun Kereta Api Medan.

Pembangunan jalur rel kereta api kembali berlanjut mengikuti perkembangan pekebunan. Dibutuhkan jalurnya-jalur lain mengangkut hasil kebun memenuhi permintaan ekspor. Bahkan Jalur kereta pun dibangun di Helvetia, Pancur Batu, Polonia, hingga dolok Masihol perbatasan Simalungun untuk mengangkut hasil kebun seperti Tembakau, Karet, coklat, Kopi, sawit hingga pekerja perkebunan.

Pada akhirnya Labuhan tak cukup mampu menampung kapal-kapal besar yang singgah. Pelabuhan dialihkan ke Belawan. Jadilah Belawan sebagai pintu gerbang ekspor. Jalur lain dibangun dari labuhan Deli-Belawan. Bertambahnya jumlah jalur kereta api, jumlah stasiunpun ikut bertambah. Stasiun yang dimiliki pada masa itu yaitu stasiun Medan-Gloegoer-Poeloebraijan-Mabar-Titi Papan-Kampoeng Besar-Laboen-Belawan-Pasar Belawan-dan Pelabuhan Belawan.

Senin, 06 Juli 2015

1870 Ibukota Labuhan Deli


Labuhan Deli 1880
Inilah keadaan ibukota Labuhan Deli yang semakin maju pada tahun 1870 dengan adanya lampu-lampu jalan dan jalan raya sampai ke Kampung baru (dekat Medan yang masuk wilayah Sukapiring).
Kampung Labuhan 1867
Labuhan Deli dulunya merupakan cikal bakal lahirnya Pelabuhan Belawan. Labuhan Deli dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli yang kesohor di kawasan Sumatera Timur. Bandar Labuhan Deli terletak di tepi Sungai Deli. Di sebelah Utara mengalir Sungai Belawan. Konon kawasan Labuhan Deli berdiri di abad ke VII Masehi. Hal ini ditandai dengan penemuan arkeologi berupa uang logam di Labuhan Deli yang bertarikh 800 Masehi. Ternyata sejak abad ke-VII Masehi, kawasan Labuhan Deli merupakan pusat perdagangan para pedagang dari Cina dan India. Malah pada jaman purba, Labuhan Deli yang terletak di Pantai timur Sumatera sudah dihuni manusia. Fakta sejarah menyebutkan mereka datang dari Cina dan India.
Sejak lama kedua bangsa ini telah melakukan hubungan dagang. Pada awalnya hubungan dagang antara Cina dan India dilakukan dengan jalan darat yang dikenal dengan “Jalan Sumatera” atau “Silk Road”. Karena pertimbangan aspek keamanan perhubunan perdagangan dilakukan lewat laut.
Labuhan Deli 1876
Akibat perubahan ini Selat Malaka semakin ramai. Hal ini berdampak pada kian sibuknya pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Timur Sumatera. Ketika itu Labuhan Deli sudah merupakan pelabuhan besar dan menjadi pusat perdagangan. Pernah ditemukan patung Buddha Siwa, dan uang syiling zaman Tang dan Song.

Berdasarkan penemuan arkeologi ini labuhan Deli pernah menjadi pusat perdagangan antar bangsa. Menurut sejarah, Labuhan Deli adalah bekas Kota Cina, ibukota Kerajaan Haru yang dihancurkan Kerajaan Majapahit pada abad ke 14. Ketika itu Kerajaan Majapahit dipimpin Tribuwana Tunggal Dewi setelah Raja Jayanegara meninggal dunia. Pada masa itu terjadi pemberontakan Sadeng. Gajah Mada mampu menggagalkan pemberontakan Sadeng. Karena jasanya itu Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amangkubumi Majapahit menggantikan Arya Tadah. Saat upacara pelantikan sebagai Patih Amangkubumi, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang dikenal dengan Sumpah Palapa (Tan Amukti Palapa) bahwa Gajah Mada tidak akan hidup mewah sebelum Nusantara berhasil disatukan di bawah panji Kerajaan Majapahit. Pada masa Gajah Mada, Kerajaan Majapahit ekspansi ke Labuhan Deli.
Semula nama Labuhan yang berada di tepi Sungai Deli adalah Deli. Namun karena berfungsi sebagai pelabuhan, maka disebut Labuhan Deli. Konon nama labuhan Deli dibuat oleh John Anderson, utusan Gubernur Jenderal Inggris dari Pulau Pinang yang mengunjungi beberapa negeri di Pantai Timur Sumatera pada tahun 1823. Sejak abad ke-18 bangsa Inggris bersaing dengan VOC (Belanda) berdagang di bumi Indonesia. Namun pada tahun 1816, bangsa Inggris angkat kaki dari bumi Indonesia.
Rumah Kontrolir Belanda 1867 - 1870
Pada aman kolonial Belanda, kawasan Timur Sumatera menarik perhatian pemerintah Belanda, yang kemudian membuka perkebunan tembakau, getah, kopi, dan lada. Karena komoditas ini menjadi primadona dalam perdagangan ketika itu.
Kondisi ini berdampak pada Labuhan Deli yang menjadi teropong dan dinilai sangat penting sebagai salah satu pusat pemerintahan dan juga pusat perdagangan di kawasan Pantai Timur Sumatera.

Di seberang masjid Al Osmani Labuhan Deli dulu, Sultan Deli membangun Istana Kerajaan Melayu Deli. Istana kerajaan itu dibangun ketika Tuanku Panglima Pasutan memindahkan pusat kerajaan dari Padang Datar, sebutan Kota Medan waktu itu, ke Kampung Alai, sebutan untuk Labuhan Deli. Pemindahan itu dilakukan setelah Tuanku Panglima Padrab Muhammad Fadli (Raja Deli III) memecah daerah kekuasaannya menjadi empat bagian untuk empat putranya. 
Masa pemerintahan Tuanku Panglima Pasutan dengan Istana Kerajaan Melayu di Labuhan Deli berlangsung pada 1728-1761, yang kemudian diteruskan putranya Tuanku Panglima Gandar Wahid (1761-1805) dan Sultan Amaluddin Perkasa Alam (1805-1850). Lalu Sultan Osman Perkasa Alam (1850-1858), Sulthan Mahmud Perkasa Alam (1858-1873), dan Sultan Ma'mum Al Rasyid Perkasa Alam (1873-1924). Pada masa Sultan Maâmum Al Rasyid Perkasa Alam itulah Istana Kerajaan Melayu dipindah kembali ke daerah Padang Datar (Istana maimoon).
Lokasi istana sultan berada tidak jauh dari Pekan dan Labuhan. Tentang bangunan istana sultan, Veth menuliskannya sebagai berikut: bahwa bangunan istana sultan yang berbentuk rumah panggung dan terbuat dari papan ini sangat luas. Istana ini berdiri di atas tiang yang tingginya hampir 4 meter di atas tanah. Ruang depan istana ini tidak memiliki tiang di tengahnya ditutupi oleh bubungan atap yang tinggi sehingga menggambarkan ruang yang lebar dan nyaman dengan dinding yang diberi jeruji. Ruang ini dapat menampung ratusan orang yang datang pada upacara-upacara tertentu di istana sultan. Antara ruang depan dan ruang belakang dihubungkan oleh koridor beratap yang memanjang.


Istana Sultan Deli di Labuhan 1870
Istana ini dipagari oleh tonggak-tonggak kayu dengan ujung yang tajam. Di samping pintu gerbang yang berfungsi sebagai jalan masuk, terdapat bangunan rumah mayat orang Batak yang berdiri di atas empat tiang yang rendah, beratap ijuk dengan hiasan-hiasan warna khas Batak.

Rumah mayat ini dibangun oleh kepala suku-kepala suku Batak (Karo) sebagai tanda pengakuan terhadap wewenang sultan, sehingga jika ada seorang sultan yang meninggal mereka akan membangun rumah itu sesuai dengan tradisi dalam kepercayaan mereka walaupun mayat sultan tidak ditempatkan di situ.
http://tembakaudeli.blogspot.com/2013/01/ibukota-labuhan-deli-tahun-1870.html 

Rabu, 24 Juni 2015

Stasiun Kereta Api Belawan 23 Januari 1883 Hari Jadi Kota Belawan?

Pemugaran Stasiun Belawan

Sejarah Jalur Kereta Api Sumatera Utara
NV. Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) adalah perusahaan kereta api milik swasta Belanda yang dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda. DSM merupakan satu-satunya perusahaan kereta api swasta di Sumatera Utara (Atjeh Stoomtram  Staatspoorwegen (ASS) di Aceh, Staatspoorweg ter Sumatra’s Westkust (SSS) di Sumatera Barat dan Staatspoorweg in Zuid Sumatera (ZSS) yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Pembentukan DSM pada awalnya merupakan usulan Mr. Cremer, manager perusahaan perkebunan tembakau bernama Deli Maatschappij. Ia menyarankan kepada Pemerintah Hindia Belanda agar dibuka jalur kereta api untuk memudahkan pengangkutan hasil produksi. Pemerintah menanggapi saran tersebut dengan  memberikan konsensi kepada Deli Maatschappij untuk membangun jalan kereta api Belawan–Medan–Deli Tua–Timbang langkat (Binjai) pada 23 Januari 1883.4 Lima bulan kemudian Deli Maatschappij mengalihkan hak konsesinya kepada Deli Spoorweg Maatschappij–berkantor pusat di Medan–yang baru saja didirikan oleh perusahaan perkebunan tersebut. Pengalihan konsesi dimaksudkan agar Deli Maatschappij lebih fokus mengurusi perkebunan tembakau. Selama 50 tahun beroperasi, DSM telah mengeruk keuntungan besar, puncaknya pada tahun 1937 – 1939.
Pada masa pendudukan militer Jepang, DSM tidak dapat beroperasi karena dibekukan dan digabung dengan perusahaan-perusahaan kereta api lainnya di bawah Pemerintah Militer Jepang. Setelah berakhir masa Pemerintah Militer Jepang di Indonesia, DSM masih bertahan dalam menjalankan operasionalnya di tengah konflik perang. Tetapi dengan adanya pembatalan Konferensi Meja Bundar (KMB) secara sepihak oleh Indonesia pada 21 Februari 1956, DSM kemudian diambilalih oleh Pemerintah Indonesia pada 14 Desember 1957. Pada April 1963 pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai perkeretaapian Indonesia, yaitu DSM harus dilikuidasi dan eks-perusahaannya digabung menjadi bagian dari PNKA Republik Indonesia Eksploitasi Sumatera Utara.

Selasa, 23 Juni 2015

Masjid Al-Osmani (Masjid Labuhan)





Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Moskee in Laboehandeli TMnr 10016536.jpg

Masjid Al-Osmani adalah sebuah masjid di Medan, Sumatera Utara. Masjid ini juga di kenal dengan sebutan Masjid Labuhan karena lokasinya yang berada di kecamatan Medan Labuhan. Masjid ini terletak di jalan K.L. Yos Sudarso Kel. Pekan Labuhan sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan. Tak jauh dari masjid ini ada sebuah pekong Lima Medan Labuhan dan di depan pekong tersebut ada sebuah jalan yang menuju ke pasar/pajak medan labuhan. ini adalah masjid tertua di kota Medan.
Masjid Al-Osmani dibangun pada 1854 oleh Raja Deli ketujuh, yakni Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan. Kemudian pada 1870 hingga 1872 masjid yang terbuat dari bahan kayu itu dibangun menjadi permanen oleh anak Sultan Osman, yakni Sultan Mahmud Perkasa Alam yang juga menjadi Raja Deli kedelapan.
Di masjid ini juga terdapat lima makam raja deli yang dikuburkan yakni Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sulthan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI), Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam.
Ketika pertama kali dibangun pada tahun, ukuran Masjid Al Osmani hanya 16 x 16 meter dengan material utama dari kayu. Fungsi utamanya sebagai masjid tempat sultan melaksanakan salat serta kegiatan keagamaan. Masjid ini menjadi tempat melakukan syiar Islam.
Seiring dengan perkembangan, bangunan masjid kemudian mengalami perubahan. Pada tahun 1870, Sultan Deli VIII Mahmud Al Rasyid melakukan pemugaran besar-besaran terhadap bangunan masjid yang diarsiteki arsitek asal Jerman, GD Langereis. Selain dibangun secara permanen, dengan material dari Eropa dan Persia, ukurannya juga diperluas menjadi 26 x 26 meter. Renovasi itu selesai tahun 1872.
Rancangannya unik, bergaya India dengan kubah tembaga bersegi delapan. Kubah yang terbuat dari kuningan tersebut beratnya mencapai 2,5 ton Sementara kaligrafi dan lukisan bagian dalam kubah tidak kalah indah dengan Masjid Raya Al Mashun.

Senin, 22 Juni 2015

PELABUHAN BELAWAN




Pelabuhan Belawan

Pelabuhan Belawan dibangun pada tahun 1890 untuk memindahkan tembakau dari kereta api ke kapal laut. Pada tahun 1907, Pelabuhan Belawan diperluas dengan dibukanya bagian baru untuk para pedagang pribumi dan Cina, sedangkan pelabuhan yang lama digunakan untuk pelayaran asing.




 Kantor Rotterdamsche Lloyd di Belawan 1935

Kargo diperluas di awal abad ke 20 ketika perkebunan di Sumatera Utara Mulai mengekspor kelapa sawit dan karet. Selama tahun 1920, tambatan baru dibangun untuk Pelabuhan Belawan.
Pada tahun 1938, Pelabuhan Belawan adalah pelabuhan terbesar di Hindia Belanda dihitung dari nilai kargo barang. 
Setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1940-an, volume kargo turun signifikan. Pelabuhan Belawan tidak mencapai lalu lintas kargo kolonial sampai tahun 1960-an.

http://tembakaudeli.blogspot.com/2013/04/1890-pelabuhan-belawan-dibuka.html

Senin, 21 Juli 2014

MENUJU JALAN PULANG

Akan tiba waktunya
entah kapan
namun itu pasti
bukan persoalan tentang lamanya waktu perjalanan
Akan tiba masanya
itu pasti
bukan tentang siapnya segala perbekalan
Akan tiba waktunya
itu pasti

Kamis, 08 Mei 2014




Kualitas dari kehidupan seseorang itu tergantung pada komitmennya utk berhasil, bidang apapun yg dia tempuh.

Orang yg berjaya dalam hidup adalah orang yg nampak tujuannya dengan jelas & menjurus kepadanya tanpa menyimpang.

Jangan membuang waktu dgn terus bersedih.. Terus melarutkan diri dlm kesedihan hanya akan menghambat pertumbuhan “kebahagiaan”.

Jangan menuntut ingin dicintai apa adanya jika kamu masih memberi syarat kepada seseorang yang mencintaimu. 

Cinta mampu menerima kekurangan. Dan cinta ada untuk saling melengkapi kekurangan. 

Kegagalan memang batu sandungan yang cukup menyakitkan, tapi bukan juga hal yang dapat menghapus keberhasilan

Sikap adalah perbuatan yang simpel namun akan bisa membuat perbedaan yang besar

Larut dalam kesedihan tidak akan bisa membuatmu bangkit, hapus air matamu dan segera bergerak maju

Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak apntas mendapat apa yang kamu inginkan

Bukan hanya bahagia dan tawa, tapi derita dan air mata juga bagian dari cinta. 

Terkadang kejujuran bisa menyakiti, tetapi percayalah masalah apapun akan cepat terselesaikan jika kamu berlaku jujur.

Seseorang dgn wawasan yg cukup untuk mengakui kekurangannya berada paling dekat dgn kesempurnaan.

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang2 tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.

Tidak ada yang bisa mengendalikanmu, semua tergantung pada diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa mempengaruhi.

Cinta tak hanya sekedar kata. Cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata, karena cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya. 

Terkadang kamu tahu bahwa kamu mampu menghindar rasa sakit, namun kamu juga sadar bahwa cintamu lebih berarti dari rasa sakit.

Kesalahan yang pernah kamu alami akan membuat kamu lebih dewasa, berbuatlah lebih baik dari kesalahan yang telah kamu buat

Salah satu kepuasan yang paling besar dalam kehidupan adalah mengatasi masalah dengan cara efisien dan lebih baik

Tuhan telah merancang kesuksesan setiap manusia, jangan ragu untuk mendekati-Nya agar mendapatkan limpahan keskusesan yang besar darinya kesempatan kamu untuk sukses di setiap kondisi akan dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan kamu pada diri sendiri

Jalan kesuksesan tiap orang berbeda-beda dan tidak perlu silau jika meihat kesuksesan orang lain
Kata Motivasi Hidup

Kamis, 05 April 2012

Salah Kaprah Dalam menerapkan Aturan pada Anak

Salah satu syarat bagi kita untuk menjadi orang tua bijak adalah, wajib memaknai aturan atau disiplin secara utuh, secara syumul atau secara integral, serta tidak membuat persepsi dari hanya satu sudut pandang semata. Mengapa demikian? Karena ATURAN itu sangat luas dan tidak terbatas pada hal-hal tertentu. Dan menjadi sangat berbahaya bagi seorang anak adalah ketika orang tua beranggapan bahwa :

• Anak adalah bawahan, sementara orang tua adalah bos. Sehingga dalam konteks ini, bila ingin anak menurut pada aturan, perlakukan ia sebagai bawahan dan jadikanlah kita sebagai bosnya

• Kelembutan hanya akan membuat anak bersikap manja dan banyak meminta perhatian. Sebaliknya, ketegasan akan membuat sang anak jera dan mau mematuhi aturan

• Prinsip dari sebuah aturan adalah HARUS BEGINI dan TIDAK BOLEH BEGITU

Selintas, anggapan tersebut memang bisa dibilang sebuah bentuk KETEGASAN dalam menerapkan aturan. Namun bila dikaji lebih jauh dan lebih bijak, anggapan tersebut hanyalah ANGGAPAN PARSIAL yang tidak mempertimbangkan kemungkinan munculnya dampak-dampak negatif pada diri anak, seperti contoh sederhana berikut ini.

Kesalahpahaman dalam menerapkan aturan pada anak juga akan lebih bahaya lagi ketika orangtua melupakan atau tidak membelajarkan aspek-aspek lain dari sebuah ATURAN, seperti :

1. Kesantunan

  • Terbiasa melakukan perizinan dengan baik
  • Tidak terbiasa berbahasa kasar dan keras
  • Bertamu/berkunjung dengan baik
  • Hormat kepada orang yang lebih tua dan sayang terhadap yang lebih kecil

2. Kemandirian

  • Memperhatikan dan menjaga kebersihan/kerapian diri
  • Toilet training secara bertahap dan konsisten

3. Kesabaran

  • Menahan “nafsu” berkelahi
  • Sabar menunggu giliran

4. Ketertiban

  • Makan dan minum dengan adab yang benar
  • Menyimpan atau mengembalikan barang pada tempatnya

5. Kepahaman

  • Legowo meminta maaf dan memaafkan
  • Memiliki batas yang jelas antara “kreativitas tanpa batas” dengan norma-norma yang harus diperhatikan
  • Memiliki batas yang jelas antara rasa ingin tahu yang tinggi (kuriositas) dengan sikap-sikap permisif (sekehendak) yang membahayakan

Adapun dampak negatif yang bisa muncul sebagai akibat dari ketidakseimbangan dalam menerapkan aturan, dimana KETEGASAN terlalu mereduksi aspek-aspek lainnya yang tak kalah prinsip.

Oleh karena itulah, selayaknya kita menyadari HAKIKAT dari MENERAPKAN ATURAN PADA ANAK, yang beberapa diantaranya adalah :

1. Aturan atau disiplin hanyalah sebuah PAGAR yang tujuannya bukan untuk mengerangkeng, melainkan sebagai rambu-rambu.

2. Orangtua hebat adalah orangtua yang mampu menciptakan kondisi ideal dimana semua anaknya melakukan segala sesuatu secara normatif tanpa harus SELALU DIBATASI dengan aturan.

3. Orang tua bijak adalah orang tua yang lebih banyak berpikir tentang bagaimana caranya memberi REWARD, bukan orang tua yang pintar menyalahkan dan rajin memberi hukuman sebagai akibat dari tidak mau mematuhi aturan.

Dan satu hal lagi yang perlu kita pelajari dan kita renungi terkait menerapkan aturan pada buah hati yaitu PRINSIP. Berikut beberapa prinsip dalam menerapkan aturan pada anak.

1. Komunikasi yang sehat adalah modal dasar agar anak bisa paham terkait MENGAPA dan BAGAIMANA.

2. Aturan itu bersifat jangka panjang, bukan serta merta

3. Aturan itu seharusnya bersifat preventif, bukan solusi pragmatis

4. Aturan itu harus mempertimbangkan takaran atau dosis. Bila anak terlalu dibiasakan dengan nada suara tinggi dan kekerasan, jangan salahkan mereka jika kemudian banyak melakukan pembangkangan.

Sumber : http://www.salimah.or.id

Selasa, 27 Desember 2011

ANGIN KENCANG, NELAYAN BELAWAN TAKUT MELAUT

Ratusan unit kapal ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Gabion Belawan Medan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk di perairan timur dan barat Pulau Sumatera.

Gelombang tinggi disertai angin kencang, kerap terjadi selama hampir satu bulan terakhir di sebagian besar perairan Sumatera. Kalangan pengusaha kapal ikan dan nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) memilih tidak melaut sementara, karena fenomena alam tersebut rawan mengakibatkan kecelakaan laut. Penurunan aktivitas kapal ikan tersebut jelas turut berdampak bagi harga ikan di pasaran Kota Medan dan daerah lain di Sumatera Utara (Sumut).

Sejak banyak kapal ikan tidak melaut, harga ikan naik berkisar antara 30 hingga 40%. Sementara itu,permintaan pasar terhadap hasil komoditas laut menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2012 di Sumut diperkirakan cenderung meningkat. Pengaruh cuaca ekstrem bisa mempengaruhi pendapatan ratusan pekerja kapal ikan di PPSB Medan.

Selama kapal ikan tidak melaut, mereka hanya memperoleh penghasilan dari membersihkan kapal dan memperbaiki jaring ikan. Sulit memprediksi kapan kondisi cuaca kembali normal di perairan Sumatera. Namun kemungkinan sekitar Februari tahun depan cuaca baru kembali normal.

Sengketa Tanah, Warga Bagan Deli Blokir Jalan


Seribuan warga Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, mengamuk begitu tahu rencana seorang pengusaha mau menggusur rumah mereka. Mereka pun memblokir Jalan Raya Pelabuhan, Belawan, Rabu (14/12). Ujungnya, aksi pemblokiran jalan ini diwarnai bentrokan antara warga dan polisi.

Tiga warga, serta dua personel polisi luka-luka dalam kejadian ini.

“Kami tidak mau angkat kaki di rumah kami. Tanah yang kami tempati adalah milik kami dengan surat-surat yang jelas,” teriak sejumlah warga yang melakukan protes di badan Jalan Raya Pelabuhan, Belawan.

Aksi protes warga awalnya berlangsung damai, tiba-tiba berubah mencekam. Pasalnya, seribuan warga yang memblokir akses jalan menuju Pelabuhan Belawan coba dibubarkan paksa oleh ratusan polisi gabungan dari Polres Belawan.

Upaya polisi membubarkan paksa aksi massa, diwarnai dengan pengamanan 3 warga, serta spanduk yang dibawa pendemo dirobek-robek. Akibatnya, emosi warga semakin tersulut. Mereka memaksa polisi memulangkan 3 warga yang diamankan.

Situasi yang memanas memaksa polisi mengembalikan ketiga warga. Saat pemulangan 3 orang itu, warga melakukan perlawanan hingga terjadilah bentrok fisik dengan polisi. Bentrokan mengakibatkan 2 oknum polisi terkena pukulan. Polisi yang kalang kabut tak mau tinggal diam dan melakukan perlawanan fisik.

Situasi yang terus memanas diwarnai warga dengan melakukan pembakaran ban di badan Jalan Raya Pelabuhan, hingga membuat akses jalan menuju Pelabuhan Belawan lumpuh total lebih dari 3 jam. Akibatnya akses keluar masuknya barang dari Pelabuhan BICT Belawan terhenti.

“Kami tak mau angkat kaki dari sini. Jangan suka-suka usir orang miskin. Emangnya ini negara kalian!” amuk seorang ibu-ibu di hadapan polisi.

“Apapun ceritanya kami tak mau pindah atau digusur dari lahan ini. Kalau mau ganti rugi jangan Rp7 juta. Untuk bangun kandang babi saja tidak cukup. Jangan kalian pikir kami ini numpang. Kami ini punya hak di tanah ini karena kami punya surat tanah ini,” kata seorang ibu-ibu.

Polisi yang semula panas akhirnya mengubah strategi dengan pendekatan yang lebih santun kepada ribuan warga, agar membuka akses jalan. Camat Belawan pun melakukan musyawarah dengan masyarakat. Camat menyampaikan pada warga, bila belum ada keputusan atas ganti rugi maka tidak ada yang bisa menggusur warga keluar dari lahan yang mereka tempati.

Hasil musyawarah akhirnya membuat warga agak lega dan memilih membubarkan diri. Akses jalan yang sempat terblokir kembali normal.

Menyikapi masalah lahan tanah tersebut, Camat mengaku sudah berulang kali menerima musyawarah dari masyarakat tentang ganti rugi tersebut. Namun, belum ada kesepakatan antara pengusaha dengan masyarakat. “Kita belum bisa menjelaskan masalah ini karena pengusaha mengaku itu adalah lahannya. Sedangkan masyarakat mengaku mereka memiliki surat atas tanah yang mereka tempati. Jadi, kita masih menunggu musyawarah berikutnya,” kata Camat.

Pelabuhan Rugi Ratusan Juta

Dampak dari aksi warga memblokir Jalan Raya Pelabuhan Belawan sebagai pintu masuk menuju Belawan International Container Terminal (BICT), membuat akses keluar masuk barang dari dermaga kontainer lumpuh selama 3 jam. Akibatnya, BICT menderita kerugian mencapai ratusan juta.